Berita
23 Agustus 2017

Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi Tindak lanjuti hasil Padi Gogo Harapan GH B1416BE-MR-12, di Desa Majanggut I

Tindak lanjut dari hasil uji daya hasil pendahuluan padi gogo dataran tinggi yang dilakukan oleh Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi di Desa Majanggut I, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat yang dilakukan sejak September 2015 lalu direspon positif para petani. Galur Harapan yang disebut sebagai Galur K ini menunjukkan perkembangan dikalangan petani khususnya di Natam Julu, Desa Majanggut I. Perkembangan dimaksud baik bertambahnya luasan juga diikuti dengan peningkatan produktifitas di beberapa petani.

Salah satu petani yang gemar mengikuti inovasi dibidang pertanian tanaman pangan ini adalah Bapak Lismer Manik yang juga merupakan ketua kelompok tani Jadi Maju, Desa Majanggut I. Sebagai kelompok tani binaan penyuluh Kecamatan Kerajaan, Lismer Manik bersama Penyuluh Pertanian sering melakukan percobaan baik yang sederhana secara swadaya maupun kegiatan dari Pemerintah.

Pada tanggal 02 Agustus 2017 lalu bertempat di ladang pertanaman padi gogo Gogo Galur Harapan GH B1416BE-MR-12 (disebut Galur K) seluas + 2.000 m2(+ 5 rante) dilakukan pengubinan hasil panen yang diikuti oleh para Petani, Penyuluh Pertanian Kecamatan Kerajaan, TNI AD (Danramil dan Babinsa) serta dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pakpak Bharat.

Dari beberapa sampel pengubinan yang dilakukan diperoleh hasil tertinggi yaitu 4,6 Kg/ubinan sehingga hasil konversinya adalah 7,36 Ton GKP (Gabah Kering Panen)/Ha. Potensi hasil 7,36 tergolong hasil yang cukup tinggi untuk kategori padi gogo. Dari plot ubinan ini (2,5x2,5 m) memiliki 49 rumpun padi, yang terdiri dari 35,25,19 anakan tiap sampel rumpunnya.

Sebagai gambaran, benih yang di gunakan kisaran 0,6 Kg/rante dengan jarak tanam 30x20 cm. Untuk kebutuhan pupuk, yang diaplikasikan adalah Urea 25 Kg + Phonska 10 kg pada pemupukan I (pertama) ditambah dengan Urea 25 Kg + Phonska 20 Kg + SP-36 25 Kg pada pemupukan II (kedua).

Mengingat padi gogo ini masih galur dan Kabupaten Pakpak Bharat masih menunggu untuk dilepaskan oleh Kementerian Pertanian, sehingga jenis/varietas ini belum bisa ditangkarkan untuk menghasilkan benih komersial.