Berita
25 April 2017

PELATIHAN BUDIDAYA IKAN BAGI PARA PETANI PAKPAK BHARAT

JAJARAN KSP KUNJUNGI PELATIHAN DAN BBI

Siapa sangka ternyata Kabupaten Pakpak Bharat memiliki potensi luar biasa, yaitu sebagai penyedia bibit ikan, khususnya Ikan Mas yang dikelola oleh Balai Benih Ikan (BBI) Cikaok dan dapat menghasilkan jutaan benih ikan setiap bulannya serta siap memasok ke berbagai wilayah, khususnya Sumatera Bagian Utara.

Potensi ini juga menjadi celah bagi peningkatan perekonomian masyarakat yaitu menghadirkan alternatif perikanan darat sebagai pilihan dalam berwirausaha dengan pola agribisnis. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bekerja sama dengan Jaringan Relawan Kebangsaan (JRK) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Perikanan di Balai Diklat Cikaok dan BBI selama 3 hari mulai tanggal 20 sampai 22 April 2017, dengan melibatkan 75 orang petani se-Kabupaten Pakpak Bharat.

Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, merasa bangga akan perubahan signifikan dari sektor perikanan di Kabupaten Pakpak Bharat. “BBI Cikaok sudah ada sejak lama, bahkan  sebelum saya menduduki jabatan sebagai Bupati yang sudah dua periode dan sebelumnya Wakil Bupati. Tidak ada yang istimewa dengan BBI sebelumnya, tetapi 2 tahun terakhir ini terasa ada sesuatu yang berbeda dan sangat positif untuk perkembangan kemajuan di Kabupaten Pakpak Bharat. Terima kasih kepada Jaringan Relawan Kebangsaan, khususnya Pak Taufik Aris yang begitu concern terhadap Semoga cita-cita kita sebagai penyedia bibit Ikan Mas terbaik di negeri ini akan tercapai”, tutur Bupati saat memberikan sambutannya.

Tidak hanya sebagai penyedia benih, berkaca dari wilayah dan ketersediaan sumber daya air, Kabupaten Pakpak Bharat juga berpeluang sebagai penghasil Ikan Mas siap jual. “Dan itu semakin didukung dengan keberadaan BBI yang dari faktor efisiensi sangat menguntungkan karena berada di Kabupaten Pakpak Bharat sehingga memudahkan para petani yang membutuhkan benih. Pemkab melalui Dinas Koperasi dan UMKM juga siap membantu proses pemasaran jika ikan-ikan milik petani sudah mulai menghasilkan nantinya”, tambah Bupati yang simpatik dan peduli ini.

Plt. Ka. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sunardi, SP, dengan didampingi Ka. Bidang, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan, Ucok Benget Berutu, SP, mengutarakan bahwa pelaksanaan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari JRK dan metode pelatihan berupa pemaparan materi, diskusi, serta pemutaran film. “Selain Pak Taufik yang sudah berinteraksi lama dengan kita, hadir juga narasumber dari profesional yaitu Dr. Pramudya dengan dibantu jajaran JRK, antara lain Ibu Tuti Krisnamurti, Bapak Iwan Rudianto dan Bapak Parlindungan Harahap”, sebutnya.

KUNJUNGAN TENAGA PROFESIONAL KSP

Kegiatan pelatihan yang berada di wilayah pinggiran Sumatera Utara ini ternyata menarik perhatian Pemerintah Pusat. Jajaran dari  Tenaga Profesional Kantor Staf Presiden (KSP), yaitu Ibu Ariani Djalal dan Bapak Bambang Suryadi hadir pada kegiatan pelatihan di hari kedua, Jumat (21/04).

Bupati Remigo sangat mengapresiasi kehadiran keduanya dan berharap banyak masukan yang berharga termasuk peluang-peluang untuk semakin memajukan Kabupaten Pakpak Bharat ke depan. “Saya optimis konsep Nawacita Pak Presiden Joko Widodo yang membangun dari pinggiran seperti kita di Kabupaten Pakpak Bharat jelas diejawantahkan dan mulai kita rasakan. Kunjungan jajaran KSP saat ini ke Kabupaten Pakpak Bharat dan menyaksikan langsung kondisi Kabupaten ini memberi angin segar akan perubahan dan perhatian dari pemerintah atasan akan Kabupaten kita tercinta”, ucap Bupati disela-sela kunjungan ke Balai Benih Ikan (BBI), Cikaok.

Pihak KSP sendiri terlihat antusias dengan daya tarik dan potensi Kabupaten ini. Mereka cukup mengagumi pengelolaan kolam pembenihan ikan yang terlihat modern dan disesuaikan dengan kondisi Kabupaten yang berhawa dingin ini. “Target 8 juta benih ikan setiap bulan ini masih tahap awal, karena BBI masih punya kolam-kolam baru yang siap dibuka. Satu sisi yang membanggakan bahwa BBI ini menjadi salah satu pola kemandirian Kabupaten Pakpak Bharat karena dari sini juga akan digali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar”, jelas Bupati kepada jajaran KSP.

Tak lupa Bupati mengajak berkeliling ke Kompleks Perkantoran yang sangat indah dan berada di puncak perbukitan. Menjelang sore pihak KSP kembali ke Jakarta dan berjanji untuk membawa agenda perubahan dari Kabupaten Pakpak Bharat yang membangun negeri dari daerah pinggiran. (Sumber berita: Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat)