Berita
22 Maret 2017

KONGRES MASYARAKAT ADAT NUSANTARA V

BUPATI REMIGO KENALKAN BUDAYA TRADISIONAL PAKPAK PADA MENTERI SITI NURBAYA

Disela-sela padatnya kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-5 (KMAN V) di Tanjung Gusta, Deli Serdang, Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA menyempatkan untuk mengenalkan budaya Pakpak pada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, yang mewakili Presiden Joko Widodo membuka acara Kongres ini, Jumat (17/03). Bupati Remigo mengajak Menteri Siti Nurbaya menyaksikan lebih dekat musik tradisional Kalondang dan Kendang, sembari menjelaskan keunikan dan makna filosofis musik tersebut. Bahkan Bupati menyempatkan untuk berfoto selfie bersama Ibu Menteri dengan latar para pemain musik khas Pakpak ini.

Pakpak Bharat memang mendapat kehormatan sebagai penyambut tamu dan undangan pada pembukaan KMAN V. Sebanyak 60 musisi dari sanggar seni Yapespim Pakpak Bharat, pimpinan Mansehat Manik, M.Pd, ME, tak henti-hentinya mengiringi rangkaian acara kongres.

Selain itu Bupati Remigo yang didampingi Ketua DPRD, Sonni P. Berutu, S.Th, menjelaskan pada Ibu Menteri tentang peran Kabupaten Pakpak Bharat menjaga lingkungan alam agar tetap lestari, khususnya kawasan hutan Pakpak Bharat yang hampir 90% dari total wilayah dan menjadi paru-paru dunia, sebagai sumber air bawah tanah untuk Danau Toba yang sekaligus koridor ekosistem serta buffer zone pada kawasan tersebut dan Kawasan Ekosistem Leuser.

Saat dikonfirmasi, Bupati Remigo memang menyatakan respect yang tinggi akan acara Kongres terkait penghargaan akan adat dan budaya di negeri ini. Tidak sekedar mengirim delegasi acara, tetapi juga mengisi rangkaian acara, seperti mengirim kontingen musik, menjadi narasumber, serta mempublikasikan acara Kongres lima tahunan ini. “Seperti sebuah anomali jika orang-orang dari luar negeri saja sangat care akan adat dan budaya di negeri ini tetapi kita tidak menaruh perhatian sama sekali. Kami, masyarakat Pakpak Bharat adalah orang-orang yang  peduli akan adat dan budaya. Tidak sebatas identitas, tetapi kami jadikan landasan dan penunjang seluruh gerak langkah pembangunan”, tegasnya sembari mengutarakan bahwa Pakpak Bharat telah membuat Peraturan Daerah tentang eksistensi Adat dan Budaya Pakpak sebagai perwujudan dan legitimasi akan eksistensi budaya Pakpak di negeri ini.

Acara KMAN V berlangsung sampai dengan tanggal 19 Maret 2017. Pada acara pembukaan ini selain dihadiri delegasi masyarakat adat dari seluruh Indonesia, juga dihadiri perwakilan negara asing, termasuk Duta Besar Norwegia untuk Indonesia. Tampak juga Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, Gubernur Sumatera Utara, Ir. H. T. Erry Nuradi, M.Si, beberapa Kepala Daerah, pimpinan-pimpinan NGO, dan orang-orang yang peduli akan perjuangan masyarakat adat di Indonesia.

Presiden dalam sambutannya yang dibacakan Menteri LHK, menyatakan konsisten dalam hubungan dengan masyarakat adat nusantara. Langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan pemerintah mempertegas tindakan untuk masyarakat adat di Indonesia tidak perlu diragukan. Selain pengakuan resmi akan kawasan hutan kepada komunitas masyarakat adat, juga dilakukan beberapa aktivitas lain seperti berbagai program pelatihan, pendampingan, dan bantuan untuk masyarakat desa dan adat, seperti pelatihan teknis, manajemen, maupun advokasi, termasuk bantuan di bidang finansial dan pemasaran. (Sumber berita: Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat)