Berita
17 Maret 2017

BUPATI REMIGO NARASUMBER PADA KONGRES MASYARAKAT ADAT NUSANTARA V

Sebagai satu-satunya Kepala Daerah yang menjadi narasumber, Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M. Fin, MBA, mampu mencuri perhatian pada acara Sarasehan Masyarakat Adat dengan tema Spiritualitas dan Kebudayaan yang merupakan rangkaian acara dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke-5 di Kampung Tanjung Gusta, Deli Serdang, Kamis (16/03).

Tidak hanya care dan awareness yang ditunjukkan dan partisipasi aktif pada Kongres ini, tetapi Pakpak Bharat telah membuat terobosan terhadap kebijakan berupa menghadirkan Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2016 Lembaga Adat Sulang Silima Suak Simsim yang merupakan bentuk penghargaan atas keberadaan masyarakat adat di Kabupaten Pakpak Bharat khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya. “Dan satu hal yang patut disyukuri bahwa Peraturan Daerah tersebut merupakan inisiatif DPRD Kabupaten Pakpak Bharat. Artinya rasa kepedulian yang besar tersebut sesungguhnya berasal dari wakil rakyat”, aku Bupati Remigo yang dalam sarasehan tersebut yang turut dihadiri oleh Ketua DPRD, Sonni P. Berutu, S.Th, Wakil Ketua, Edison Manik, SE dan Kadri Tumangger beserta seluruh jajaran DPRD Kabupaten Pakpak Bharat dengan menggunakan busana adat Pakpak lengkap.

Bupati juga menegaskan bahwa konsep masyarakat adat yang tertuang dalam peraturan daerah tersebut menjadi panduan dalam pelaksanaan pembangunan sehingga tidak ada pelanggaran norma adat yang nanti akan dapat mencederai dan ke depannya akan semakin menunjukkan identitas masyarakat adat Pakpak Bharat. “Saya juga berbangga dan semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi inspirasi pada Kongres ini dan memberi masukan-masukan yang konstruktif untuk institusi-institusi lainnya”, tutur Bupati.

Acara sarasehan ini sendiri dilangsungkan secara panel dengan menghadirkan beberapa narasumber sebagai panelis dan keynote speaker, antara lain Monang Naipospos dari Masyarakat Adat, Veryanto Sihotang dari Aliansi Sumut Bersatu, Dewi Kanti Setianingsih dari Masyarakat Adat Jawa Barat, Thompson HS dari Budayawan, Dr. Sri Hartini, M.Si, Direktur Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Dr. Fikarwin Zuska, MA dari Antropolog.

Pelaksanaan Kongres ini sendiri mulai dari tanggal 15 sampai 19 Maret 2017 dengan beragam agenda yang dihadiri masyarakat adat dari seluruh Indonesia dan utusan dari luar negeri. Direncanakan juga Presiden RI, Ir. Joko Widodo akan hadir dalam acara karnaval budaya masyarakat adat pada Jumat, 17 Maret 2017. (Sumber berita: Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat)