Berita
22 Februari 2017

BUPATI UJI COBA APLIKASI E-PLANNING PEMKAB PAKPAK BHARAT

BERUBAH UNTUK TIDAK MERUBAH

“Dengan adanya aplikasi e-Planning ini kita semua harus berkomitmen harus melakukan perubahan bahwa tidak akan merubah apa-apa yang sudah disepakati dan telah direncanakan dalam pekerjaan kita untuk membangun Kabupaten ini. Jadi jangan lagi ada kebutuhan yang muncul di tengah jalan”, tegas Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, saat melakukan ujicoba aplikasi e-Planning Pemkab Pakpak Bharat atau yang dikenal dengan sebutan SIMRAL (Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan), di Aula Bappeda Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa pagi (21/02) bersama Sekretaris Daerah, Sahat Banurea, S.Sos, M.Si dan para Kabag Setda.

“Mungkin selama ini kita terlihat reaktif, apalagi keberpihakan kita yang begitu besar kepada masyarakat yang dalam kondisi kontijensi dan emergency, sehingga proses perencanaan dapat kita rubah pasca tahapan tersebut telah kita lalui. Tetapi ternyata regulasi dari kacamata akuntabilitas menyatakan itu tidak tepat karena semua perencanaan harus dikunci dari awal, termasuk jika ada usulan-usulan yang muncul dari pihak legislatif manakala dilakukan agenda pertemuan dengan konstituennya yang kita sebut dengan Masa Reses”, urai Bupati. Begitu pun menurut beliau, tetap akan dibuka peluang dalam aplikasi ini untuk menampung aspirasi pembangunan dari masyarakat. “Yang penting tidak ada tindakan di dalamnya yang melanggar aturan”, tambah Bupati lagi.

Dalam eksebisi e-Planning ini antusiasme jelas terlihat. “E-Planning ini bukan ikut-ikutan untuk gaya-gaya-gayaan di era teknologi informasi sekarang ini. Pada dasarnya sangat banyak keuntungan yang kita dapatkan karena mengurangi beban kerja kita. Memang banyak yang harus dilakukan dalam tahap awal, tetapi akan semakin ringan pada akhirnya. Perencanaan juga akan lebih sistematis dan tidak kacau seperti sebelum-sebelumnya. Tidak akan ditemukan lagi usulan-usulan ‘siluman’ ataupun yang bakal tercecer di perjalanan”, terang Bupati Remigo lebih lanjut dihadapan Ka. Bappeda, Jalan Berutu, MM, dan Ka. Dinas Kominfo, Aryanto Tinambunan, M.Si beserta jajarannya selaku leading sector penerapan aplikasi ini.

Beragam kekurangan yang terlihat dan kelemahan yang dianggap mengganggu kinerja, langsung didiskusikan segera. Tampilan dari seluruh menu pada aplikasi dieksplorasi satu demi satu. Sampai hal-hal yang cukup detil terus dicek dan periksa sehingga akan meminimalisir kesalahan. “Semua unsur yang terkait dengan penggunaan e-Planning ini nantinya harus mampu menguasai teknologi informasi. Saat ini kita telah menerapkan yang terbaik untuk sistem jaringan di Kabupaten ini yaitu teknologi pita lebar dengan menggunakan infrastruktur serat optik. Dalam tahun ini juga jaringan internet akan menyentuh Desa-desa se-Kabupaten Pakpak Bharat”, tandas Bupati.

Sebagai penutup, Bupati menekankan agar pihak-pihak terkait terus melakukan literasi pada hardware dan software untuk penerapan e-Planning. “Samakan pemahaman dan tetap berkomunikasi, baik formal maupun informal sehingga percepatan-percepatan penggunaan aplikasi ini akan terjadi. Satu hal yang penting juga yaitu melibatkan para Kasubbag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dan jajaran pelaksananya karena orang-orang inilah yang menjadi garda terdepan pada pelaksanaan e-Planning di Kabupaten kita”, pungkas Bupati. (Sumber berita: Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat)