Berita
15 September 2014

Farm Field Day (FFD) Lanjutan Kerjasama Pemkab Pakpak Bharat

Pembangunan di bidang pertanian merupakan salah satu fokus utama pemerintah kabupaten Pakpak Bharat baik secara infrastruktur maupun kemampuan sumber daya manusia.Untuk itu sebagai tindak lanjut kerjasama antara pemerintah dengan Yayasan Field Indonesia yang didukung oleh USAID (United States Agency for International Development) dan Clemson University dilaksanakan Farm Field Day (FFD) di desa Laelangge Namuseng, Selasa (5/8) yang  di hadiri  Asisten Administrasi dan Pembangunan, Ir. Sustra Ginting,M.Si, Ka. BP4K, Supardi Padang, SP,MM, Para pimpinan SKPD, Engkus Kuswara dan Tim dari Yayasan Field Indonesia, Prof. Gerry Courner dan Tim dari Clemson University, Utema Silan dari Perwakilan UPT-PPTH Sumut, Terulin Sembiring dari PT. Sumatera Tobacco Trading Company, Para PPL, Petani Kopi dan Jeruk Kabupaten Pakpak Bharat serta masyarakat yang terlihat begitu antusias mengikuti acara.

Farm Field Day (FFD) merupakan tindak lanjut dari kegiatan Sekolah Lapang (SL), dimana para petani yang telah mengikuti SL tanaman jeruk dan kopi mempresentasikan apa yang telah mereka pelajari serta manfaatnya pada tanaman jeruk dan kopi. Hal ini dengan menitikberatkan pada penggunaan bahan-bahan organik dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia serta mampu membuat sendiri bahan-bahan organik tersebut. Para petani yang mempresentasikan hasil SL juga telah melakukan percobaan lapangan antara lain Gibon Tumangger mempresentasikan tentang Tricoderma, Susiantono Tumangger mempresentasikan tentang Beuveria, Hingga Padang mempresentasikan tentang Bio Stater, Ny. Erika Berutu membagi pengalaman SL  tanaman kopi, Martin Berutu mengenai Study Beuveria dan Saur Banurea membagi pengalaman selama mengikuti sekolah lapang.

Beberapa Petani tersebut mengingatkan bahwa pengasahan sumber daya Manusia (SDM) sangat diperlukan. “Jangan materi yang diberi tapi ilmu yang kami butuhkan, karena ilmu sangat berguna untuk selamanya.”ungkap Gibon Tumangger tulus.

Bupati sendiri merasa terpesona dengan presentasi 6 orang petani Sekolah Lapang. “Luar biasa,” puji Bupati. “ Saya tidak menyangka, kalian para peserta sudah menunjukkan hasil yang prima seperti ini, dan saya berharap apa yang kalian tampilkan ini juga mampu diterapkan untuk masyarakat nantinya. Kalian lah ujung tombak pemberdayaan pertanian, khususnya pada komoditi jeruk dan kopi di Pakpak Bharat, segera tularkan ilmu yang kalian dapat kepada petani lainnya”, sambung beliau lagi.

Secara tegas Bupati menyatakan sangat mendukung program yang bersahabat dengan alam dan lingkungan. “Ini sangat penting bagi Pakpak Bharat dan dunia secara keseluruhan, karena semuanya bermakna pada penghindaran dan pencegahan akan kerusakan alam serta produktivitas juga akan semakin meningkat karena biaya sangat ditekan dengan memanfaatkan semua yang berada di sekitar kita. Selain itu, apa yang akan kita terapkan, sangat berguna bagi kelangsungan kehidupan dalam jangka menengah dan panjang”, papar Bupati. Mengingat manfaat yang begitu besar nantinya, Bupati berharap agar program SL dapat terus dilaksanakan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan peninjauan lapangan.